Menandatangani kontrak bisnis tanpa membaca secara detail adalah kesalahan yang sering terjadi di kalangan pelaku bisnis Indonesia. Terutama UMKM dan startup yang belum memiliki tim legal, kontrak sering dianggap formalitas semata. Padahal, satu klausul yang tidak dipahami bisa menyebabkan kerugian jutaan hingga miliaran rupiah.
Berikut adalah 5 klausul paling berbahaya yang sering terlewat saat review kontrak bisnis.
Klausul ini mewajibkan salah satu pihak menanggung seluruh kerugian tanpa batasan jumlah maksimal. Artinya, jika terjadi masalah, Anda bisa diminta membayar kerugian yang jauh melebihi nilai kontrak.
Klausul non-compete melarang Anda bekerja sama dengan kompetitor setelah kontrak berakhir. Masalahnya, banyak kontrak yang memuat durasi terlalu lama (5+ tahun) dan cakupan geografis terlalu luas (seluruh Indonesia). Ini bisa menghambat bisnis Anda secara signifikan.
Beberapa kontrak memberikan hak kepada satu pihak untuk memutuskan kontrak kapan saja tanpa alasan dan tanpa pemberitahuan terlebih dahulu. Jika Anda sudah menginvestasikan waktu, tenaga, dan uang, pemutusan mendadak bisa sangat merugikan.
Force majeure mengatur apa yang terjadi jika kontrak tidak bisa dilaksanakan karena keadaan kahar (bencana alam, pandemi, dll). Masalahnya, banyak kontrak hanya menulis "keadaan kahar" tanpa mendefinisikan secara spesifik apa saja yang termasuk.
Klausul penyelesaian sengketa menentukan bagaimana dan di mana perselisihan diselesaikan. Jika pengadilan dipilih sepihak oleh pihak lain di lokasi yang jauh dari Anda, biaya dan waktu yang dibutuhkan bisa membengkak.
Membaca dan menganalisis kontrak secara manual membutuhkan keahlian hukum dan waktu yang tidak sedikit. Biaya konsultasi pengacara untuk review satu kontrak bisa mencapai Rp 2-10 juta.
Alternatif yang lebih terjangkau adalah menggunakan AI audit kontrak sebagai langkah pertama sebelum berkonsultasi dengan pengacara. Platform seperti LegalReview.Pro dapat mengidentifikasi klausul berpotensi merugikan dalam hitungan detik.
Gunakan AI untuk mengidentifikasi risiko hukum dalam kontrak bisnis Anda. Gratis 5 audit per minggu.
Coba Audit Gratis →Disclaimer: Artikel ini bersifat edukatif dan bukan merupakan nasihat hukum. Untuk keputusan hukum penting, selalu konsultasikan dengan pengacara berlisensi.